Senin, 03 April 2017

sejarah perkembangan bahasa Indonesia



nama : mailinda
npm : 1640605038
lokal : A 




Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia
            Apabila ingin membicarakan perkembangan bahasa Indonesia, mau tidak mau kita harus membicarakan bahasa Melayu sebagai sumber (akar) bahasa Indonesia yang kita pergunakan sekarang. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu, yang sejak dulu sudah dipakai sebagai bahasa perantara (lingua franca), bukan saja di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.
            Pertanyaan yang mungkin timbul adalah kapan sebenarnya bahasa Melayu mulai dipergunakan sebagai alat komunikasi seperti berbagai batu bertulis (prasasti) kuno yang ditemukan, seperti :
1.      Prasati Kedukan Bukit di Palembang, tahun 683,
2.      Prasasti Talang Tuo di Palembang, tahun 684,
3.      Prasasti Kota Kapur di Bangka Barat, tahun 686,
4.      Prasasti Karang Brahi, Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, tahun 688, yang bertulis Pra-nagari dan bahasanya bahasa Melayu Kuno, memberi petunjuk kepada kita bahwa bahasa Melayu dalam bentuk bahasa Melayu Kuno sudah dipakai sebagai alat komunikasi pada zaman Sriwijaya,
5.      Prasasti Gandasuli di Jawa Tengah, tahun 832,
6.      Prasasti Bogor di Bogor, tahun 942.
          
           Berdasarkan petunjuk-petunjuk lainnya, dapatlah dikemukakan bahwa pada zaman Sriwijaya bahasa Melayu berfungsi sebagai berikut :
1.      Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra,
2.      Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa perdagangan terutama sepanjang pantai, baik suku yang ada di Indonesia maupun bagi pedagang-pedagang yang datang dari luar Indonesia,
3.      Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) antarsuku di Indonesia,
4.      Bahasa Melayu berfungsi sebagai bahasa resmi kerajaan.

 2.4.Peresmian Nama Bahasa Indonesia
            Bahasa Indonesia dengan perlahan-lahan, tetapi pasti berkembang dan tumbuh terus. Pada waktu akhir-akhir ini perkembangannya itu menjadi demikian pesatnya sehingga bahasa ini telah menjelma menjadi bahasa modern, yang kaya akan kosakata dan mantap dalam strukutur.
           


1.  Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air  Indonesia.
2.    Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
3.    Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa           Indonesia. 
Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda kita mengikrarkan Sumpah pemuda. Naskah Putusan Kongres Pemuda Indonesia Tahun 19298 itu berisi tiga butir kebulatan tekad sebagai berikut.
            Pernyataan yang pertama adalah pengakuan bahwa pulau-pulau yang bertebaran dan lautan yang menghubungkan wilayah Republik Indonesia sekarang adalah satu kesatuan tumpah darah (tempat kelahiran) yang disebut Tanah Air Indonesia. Pernyataan yang kedua adalah pengakuan bahwa bumi Indonesia juga merupakan satu kesatuan yang disebut bangsa Indonesia. Pernyataan yang ketiga tideak merupakan pengakuan “berbahasa satu”, tetapi merupakan pernyataan tekad kebahasaan yang menyatakan bahwa kita, bangsa Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.
            Dengan diikrarkannya Sumpah Pemuda, resmilah bahasa Melayu yang sudah dipakai sejak pertengahan abad VII itu, menjadi bahasa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, E. Zainal & S. Amran Tasai. 2002. Cermat Berbahasa Indonesia: untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : Akademika Pressindo

Nooryati, Rusma. 2007. Modul Bahasa Indonesia. Banjarmasin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar